belajar tangguh keris

belajar tangguh keris


tangguh lempoh



di kalangan tertentu yang perkerisan jogja sering terdengar kata "tangguh" , "tilar tangguh", "toyo", "tangguh lempoh/tus" , sedikit mengulang pelajaran lama
"Tangguh" , biasanya diasumsikan sebagai cakrik/ gaya jadi bisa saja dhuwung mataram nangguh majapahit, dengan kata lain keris mataram yang mutrani majapahit, hal ini sering ditemui dan sering membuat bingung teman teman perkerisan.
"Tilar Tangguh" merupakan tosan aji yang sulit ditangguh karena tidak jelas, tidak jelas disini bisa karena bahannya kurang ataupun garapnya kurang, biasanya merupakan tosan aji buatan "luar benteng" atau buatan yang tidak standard, misalnya sebuah keris dengan besi nggrasak, ricikan tidak simetris, pamor dan lekuk aneh, mirip keris tuban, mirip keris pajajaran dll, dengan katalain tidak mengikuti pakem tangguh saat itu, keris keris seperti ini sulit ditangguh. Untuk memudahkan biasanya disebut keris "pasisiran'. kriteria nya jelas, besi tidak matang, pamor tidak bagus dan garap tidak bagus.
"toyo/air" merupakan cara yang lumayan sulit karena menentukan masa pembuatannya, toyo bersifat kaku , iya atau tidak, toyo berkaitan dengan keaslian pembuatan, biasanya terliht dari besi dan pamornya, misalnya "dhuwung tangguh majapahit toya mataram" adlah dhuwung mataram mutrani majapahit.
"Tangguh Lempuh/tus" merupakan tosan aji yang sudah hampir tidak terbantahkan tangguhnya, baik besinya, pamornya, maupun garapnya, pusaka seperti ini sangat suit ditemukan karena sangat sedikit keberadaannya karena biasanya merupakan pusaka pusaka khusus dan sinengker, beberapa orang yang mewedhar dan menyertakan dokumentasi keris dengan tangguh tus diantaranya alm. Haryono Haryoguritno dan Bp. S. Lumintu, walaupun sudah ada gambar foto yang disertkan dalam wedharan oleh beliau beliau tersebut tidak dapat dipungkiri keris keris dengan tangguh tus sangat sulit ditemui, tembakannya banyak hehehe..

beberapa tosan aji yang "umum" dan mudah ditangguh karena ke khasannya adalah keris dengan tangguh Madura, Mataram, Bali, dan Bugis.

dewasa ini penangguhan menjadi kacau karena keris keris tilar tangguh sering dipaksakan untuk ditangguh, dicarikan berbagai alasan untuk membuat menjadi benar, dengan berbagai motivasi masing masing.

seringkali tangguh menjadi perdebatan bahkan menimbulkan permusuhan, akan lebih mudah jika memang tidak tahu tangguhnya maka menjawab "tidak tahu" daripada kemudian mencari cari alasan untuk ngepas paske tangguh padahal memang tidak tahu atau memang tosan ajinya tilar tangguh seperti yang dituliskan diatas. pun juga sumber belajar dan refrensi yang berbeda karena memnag tidak dapat dipungkiri bahwa refrensi itu sangat terbatas, dan tidak cukup foto, menanting berkali kali saja belum tentu cukup untuk menjadi dasar. tangguh sulit dipelajari karena ada di posisi ke 4. 1. belajar bahan, 2. belajar garap/cakrik 3. belajar "rasa" dan yang ke 4 belajar sejarah. dan sungguh orang yang langsung belajar tangguh akan tersesat, tetapi orang yang belajar 1,2,3 maka ke 4 nya akan dengan sendirinya paham.

wallahualam,
semoga bermanfaat

berbeda pendpat tentu boleh, karena masing masing tentu mempunyai dasar dan tujuan sendiri sendiri. semoga perkerisan indonesia terus maju!


terlampir sebuah foto keris "blorong" , tangguh ngentha entha dibuat oleh Mpu Supowinangun.

Victor MH 2017





keris blorong

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERIS HB VII

PERBEDAAN WARANGKA JOGJA DAN WARANGKA SOLO

KERIS PAKUALAMAN