Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

PERBEDAAN WARANGKA JOGJA DAN WARANGKA SOLO

Gambar
Meneruskan gayaman kemarin yang tentunya sederek sekalian sudah tahu, Ladrang (solo)dan branggah(jogja) setidaknya ada 4 perbedaan, tapi seperti biasa 2 saja cukup  😅  kalau kebanyakan kepanjangan dan saya susah nulisnya wkwkwkwk , 1. Angkup berada diatas janggut dan bentuknya melengkung, pada ladrang diatas janggut ada semacam sudut untuk kemudian naik di angkup, dan angkupnya melengkung hampir se tengah putaran, serta di kruwing jadi semacam ada kruwingan dan tengahnya terdapat ada adanya, hal itu membuat angkup pada ladrang Menjadi terlihat lebih “cantik” seperti gadis metropolitan yang cantik dengan p[akaian yang glamour. sedangkan jogja lugas , dari janggut ke angkup hampir tanpa lekukan dan angkupnya lebih tegas ndegeg , tanpa kruwingan dll, hanya garis lengkung yang tegas dan tidak se melengkung angkup solo, membuat angkup jogja terlihat lebih kaku, lugas dan tegas. 2. sama halnya pada angkup, seretan dibawah godhongan pada rangka ladrang lebih melengkung sedangkan pad...

PERBEDAAN WARANGKA JOGJA DAN WARANGKA SOLO

Gambar
perabot. warangka. gayaman. warangka gayaman jogja dan solo mungkin sudah banyak yang tahu perbedaan warangka gayaman jogja dan solo, hanya seikit memberi gambar saja supaya lebih jelas. perbedaan mendasar dari rangka jogja dan solo sebenarnya ada sekitar 6 hal, tapi cukup 2 bagian saja utama dan mencolok saja yang kita lihat sudah bisa membedakan mana rangka gayaman jogja dan solo. terlihat beberapa hal 1. A adalah bagian kecil diujung rangka yang sering disebut "lambe wayang" lambe wayang terletak di sudut ujung depan diatas janggut, persis seperti bibir diatas dagu, jika solo bentuk lambenya lancip, jika jogja bentuk bibirnya agak kotak. hal seperti ini dulu maupun sekarang kadang dan terlepas dari perhatian mranggi, jika kurang diperhatikan kadang ada istilah rangka jogja rasa solo, rangkanya jogja kenapa lambenya solo dll , tentunya bagi yang memperhatikan, bagi yang tidak ya tidak apa apa karena semua tergantung yang memandang. 2. B. bagian diatas gelungan terletak dibe...

KERIS PAKUALAMAN

Gambar
Empu yang namanya kurang dikenal masyarakat. Groneman dalam bukunya tetang keris Jawa menyebutkan dua orang Empu Puro Pakualaman pada awal abad ini.  Mereka adalah Ng. Karyodikromo dan Mas Supotaruno.  Sebuah sumber lain mengatakan, di jaman Paku Alam IV (1864-1978) terapat seorang pandai besi di Kulonprogo yang dikenal bagus karyanya. Ia kemudian diangkat menjadi abdi dalem Puro dan disuruh membuat keris, ternyata berhasil. Kemudian pandai besi itu mendapat nama Empu Ngabehi Karyocurigo I, nama karyocurigo biasanya digunakan setelah mendapat kalenggahan, Anaknya, Karyocurigo II meneruskan profesi ayahnya sebgai Empu Puro Pakualaman. Nama karyocurigo terus digunakn kepada anak anaknya setelah mendapat kalenggahan, hal seperti ini lazim digunakan di jogjakarta, sampai mpu terakhir karyocurigo 6 dengan asma timur karyodikromo. Menurut keterangan salah satu cucu Mpu karyodikromo yang menempati rumah mpu karyodikromo saat ini, mpu karyodikromo sudah tidak membuat keris untuk PA, h...

keris kamardhikan/ keris baru

Gambar
Lebih baik daripada tidak Banyak orang berkata bahwa keris kuno selalu lebih baik dari keris sekarang atau sering disebut kamardhikan, memang pada puncaknya keris pusaka memang tidak tergantikan, baik teknik pembuatannya, sejarahnya maupun bahan bahannya. Perlu disadari bahwa tidak ada pukul rata, tidak semua keris kuno itu istimewa dan tidak semua keris baru itu jelek, sebaliknya begitu tidak se mua keris kuno itu jelek dan tidak semua keris baru itu bagus, ada banyak keris baru yang lebih bagus daripada keris kuno, walau tidak semua keris kuno itu kurang baik, perlu diketahui dan disadari bahwa "kwalitas selalu berbanding terbalik dengan kwantitas" tidak jaman dulu tidak jaman sekarang yang namanya barang bagus jumlahnya pasti terbatas. Perlu kita sadari juga bahwa memang pernah terjadi putus generasi dalam pembuatan keris terutama didalam kerajaan terutama yogya dan solo , setelah era HB VIII kraton yogyakarta tidak lagi mempunyai kalenggahan mpu kraton, begitu juga solo...

belajar tangguh keris

Gambar
belajar tangguh keris tangguh lempoh di kalangan tertentu yang perkerisan jogja sering terdengar kata "tangguh" , "tilar tangguh", "toyo", "tangguh lempoh/tus" , sedikit mengulang pelajaran lama "Tangguh" , biasanya diasumsikan sebagai cakrik/ gaya jadi bisa saja dhuwung mataram nangguh majapahit, dengan kata lain keris mataram yang mutrani majapahit, hal ini sering ditemui dan sering membuat bingung teman teman perk erisan. "Tilar Tangguh" merupakan tosan aji yang sulit ditangguh karena tidak jelas, tidak jelas disini bisa karena bahannya kurang ataupun garapnya kurang, biasanya merupakan tosan aji buatan "luar benteng" atau buatan yang tidak standard, misalnya sebuah keris dengan besi nggrasak, ricikan tidak simetris, pamor dan lekuk aneh, mirip keris tuban, mirip keris pajajaran dll, dengan katalain tidak mengikuti pakem tangguh saat itu, keris keris seperti ini sulit ditangguh. Untuk memudahkan biasanya d...

KERIS HB VII

Gambar
KERIS TANGGUH HAMENGKU BUWONO VII Kepiawaian Sri Sultan Hamengku Buwono VII membawa Kraton Yogyakarta serba kecukupan, maka sri Sultah Hamengku Buwana VII sering dijuluki sebagai ratu pinter, ratu sugih, ratu mulya, sinuyudan kadang sentana saha kawula. Figure raja yang ideal, raja yang paripurna, yang maknanya semua tahap kehidupan bias dilalui dengan baik, semenjak menjadi bekel jajar, hingga  jadi raja, kemudian pinandhita sampai beliau mangkat. Pasikutan keris karya Sri Sultan Hamengku Buwono VII sangatlah lengkap dan menarik, yaitu abandha-abandhu, mukti, wibowo, rahayu, slamet,. Bila diibaratkan tokoh pewayangan adalah Bima. Sehingga keris karya Sri Sultan Hamengku Buwana VII banyak diminati oleh para penggemar tosan aji, karena ingin napak tilas sugeng dalem sang adinata. Keris krya Sri Sultan Hamengku buwono VII merupakan kombinasi dari beberapa tangguh 1. Nangguh Tuban, yaitu bagian sor-soran, ketebalan, dan lebarnya bilah 2. Nangguh Mataram, yaitu bagian wadidang dan ...

KERIS HB VIII

Gambar
KERIS TANGGUH HAMENGKU BUWONO VIII Pada masa Hamengku Buwana VIII telah terjadi adanya pergeseran skala prioritas budaya di kraton Yogyakarta. Skala prioritas kraton difokuskan untuk meningkatkan dan mengembangkan kwalitas budaya karawitan, seni tari, dan wayang, baik wayang kulit maupun wayang orang. Seiring dengan kemajuan seni- seni tersebut, seni perkerisan tetap berjalan, namun tidak sekipra h pada saat para pendahulu sri sultan hamengku buwana VIII. Pada masa ini Empu kraton semakin berkurang, bahan bahan berkualitas untuk membuat pusaka semakin menipis dan bahan pamor untuk pembuatan keris dirasakan semakin langka, sehingga keris keris yasan dalem Hamengku Buwana VIII umumnya memiliki garis garis pamor yang agak tipis dan berwarna keabu abuan. Keris tangguh Hamengku Buwana VIII, bercirikan tangguh mataram, bila dibandingkan keris tangguh Hamengku Buwana VII keris yasan Hamengku Buwana VIII terlihat sedikit kurang panjang, perawakannya keder, terkesan tebal, tidak begitu lebar...

KERIS HB

Gambar
KERIS TANGGUH HAMENGKU BUWONO I Tangguh Hamengku Buwono I yang bila dicermati merupakan kombinasi dari beberapa tanggguh, Yaitu:  1. Nangguh pajajaran, kerisnya lebar dan blumbangannya dalam, bilah pipih.  2. Nagguh tuban, sor-soran diatas ganja kurang lebih tiga nyari 3. Nangguh majapahit, uletan pamor, dan bentuk dari kudup hingga ke wadidang 4. Nangguh mataram, ganja membat, sirah cecak agak tumpul, kepet buntut urang. Dari sejumlah karya Sri Sultan Hamengku Buwono I, dapat dilihat bahwa memiliki ciri-ciri besi sebagai berikut, besinya kenceng, madhet, garing, dan pulen, ekesan besinya nyabak, pamornya mlumah tajam. Terbuat dari bahan terpilih dan proses penggarapan / pembuatan yang proporsional. Pasikutan wingit, wibowo, sentoso, lantip ing panggrahita. Karya Sri Sultan Hamengku Buwono I bila dalam pewayangan adalah sri kresna, Satriya Pinandhita. Abdi Dalem Empu yang sangat terkenal pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I adalah Ki Lurah Empu Supajaya Victor MH, 2016 D...